Energi Angin
Berdasarkan teori ilmiah, energi angin merupakan bentuk tidak langsung dari energi matahari. Sebab, angin terbentuk dari hasil perbedaan suhu akibat panas matahari yang tidak merata diterima permukaan bumi (kerak bumi).. Saat matahari bersinar, permukaan bumi yang terkena paparan mengalami pemanasan sehingga udara disekitarnya mengalami peningkatan suhu. Udara yang panas di permukaan bumi naik, sehingga udara yang lebih dingin akan mengisi ruang yang ditinggalkan udara panas. Pergerakan udara inilah yang kita kenal sebagai angin. Para ahli menyebutkan bahwa energi angin masuk energi terbarukan yang tidak menghasilkan zat-zat polusi yang bisa menimbulkan emisi gas kaca.
Kini, perkembangan teknologi yang pesat menjadikan penggunaan energi angin semakin berkembang. Salah satunya, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Bahkan, aplikasi PLTB semakin beragam. Banyak PLTB berkapasitas kecil digunakan sebagai sumber listrik di kepulauan dan daerah terpencil. Ada juga PLTB berkapasitas GW yang terdiri dari beberapa kincir angin telah berhasil dibangun oleh beberapa negara di dunia. Beberapa negara seperti Amerika, China, Spanyol, Inggris, dll berhasil membangun PLTB berkapasitas besar di dataran dan lautan. Energi angin bukan hanya melistriki satu dua rumah saja, bahkan sudah menjadi bagian dari jaringan listrik tegangan tinggi dari satu negara.
Contoh Pemanfaatan energi Angin
1. Kincir Angin
Fungsi pertama kali kincir angin terjadi pada zaman babilonia yang digunakan untuk menumbuk biji-bijian tanaman padi. Namun seiring dengan berjlanannya waktu, kincir angin mulai mengalami pergeseran fungsi, yaitu digunakan untuk menghasilkan tenaga listrik.
Cara kerja kincir angin sangatlah sederhana. Jika diruntut dari awal, maka kurang lebih begini penjelasannya;
- Pertama jelas, bahwa angin lah yang akan menggerakkan bilah kincir angin itu, jika bilah kincir angin itu sudah bergerak,maka proses penghasilan tenaga listrik mulai berjalan.
- Di dalamnya, setelah bilah kincir itu berputar, maka ia akan memutar poros yang berada di dalam salah satu bagian kincir yang disebut nacelle.
- Setelah itu, poros tersebut dihubungkan dengan gearbox. Dimana di dalam gearbox itu, perputaran poros diperbesar dengan menggunakan perbandingan roda gigi dalam gear box tersebut.
- Setelah sampai di gearbox, maka energi mekanis atau energi gerak itu akan masuk ke generator dimana di dalam generator tersebut akan dirubah menjadi energi listrik.
- Setelah menjadi energi listrik di dalam generator itu, maka tegangannya akan dinaikkan dengan menggunakan transformer, baru setelah itu disalurkan ke konsumen.
2. kapal layar
Kapal layar adalah kapal yang digerakkan dengan menggunakan layar yang memanfaatkan tenaga angin sebagai pendorongnya. Konstruksi Kapal ini umumnya terbuat dari kayu dan cukup lama digunakan sebagai tulang pungung pelayaran baik bersifat sipil maupun militer sampai penemuan mesin uap dan kapal besi/baja pada abad ke 19 seiring dengan ramainya revolusi industri yang dipelopori oleh Inggris melalui penemuan mesin uap oleh James Watt.
Pada awalnya, kapal layar digerakkan oleh tenaga manusia sebagai pendayung dan layar. Model dari kapal jenis ini dapat dilihat pada kapal viking, kapal mesir kuno, kapal , Kapal India Kuno sampai masa Kapal Borobudur yang sudah menggunakan kapal layar. Seiring dengan perkembangan, maka digunakan kapa layar bercadik seperti yang dijumpai di Indonesia, Kapal dengan menggunakan layar segitiga seperti yang dijumpai di Timur tengah dan Kapal layar segi empat yang digunakan oleh Bangsa bangsa Eropa menjelang memasuki abad penjelajahan, Serta kapal layar lipat dengan model yang dijumpai di Jepang ataupun China.
Pada masa kini umumnya kapal layar dilengkapi dengan mesin tempel untuk menghadapi kemungkinan tidak bertiupnya angin pada daerah daerah tertentu agar tetap melanjutkan perjalanannya
Energi Matahari

Energi surya atau matahari telah dimanfaatkan di banyak belahan dunia dan jika dieksplotasi dengan tepat, energi ini berpotensi mampu menyediakan kebutuhan konsumsi energi dunia saat ini dalam waktu yang lebih lama. Matahari dapat digunakan secara langsung untuk memproduksi listrik atau untuk memanaskan bahkan untuk mendinginkan. Potensi masa depat energi surya hanya dibatasi oleh keinginan kita untuk menangkap kesempatan.Ada banyak cara untuk memanfaatkan energi dari matahari. Tumbuhan mengubah sinar matahari menjadi energi kimia dengan menggunakan fotosintesis. Kita memanfaatkan energi ini dengan memakan dan membakar kayu. Bagimanapun, istilah “tenaga surya” mempunyai arti mengubah sinar matahari secara langsung menjadi panas atau energi listrik untuk kegunaan kita. dua tipe dasar tenaga matahari adalah “sinar matahari” dan “photovoltaic” (photo- cahaya, voltaic=tegangan)Photovoltaic tenaga matahari: melibatkan pembangkit listrik dari cahaya. Rahasia dari proses ini adalah penggunaan bahan semi konduktor yang dapat disesuaikan untuk melepas elektron, pertikel bermuatan negative yang membentuk dasar listrik.
Teknologi energi surya secara umum dikategorikan menjadi dua kelompok, yakni teknologi pemanfaatan pasif dan teknologi pemanfaatan aktif. Pengelompokan ini tergantung pada proses penyerapan, pengubahan, dan penyaluran energi surya. Contoh pemanfaatan energi surya secara aktif adalah penggunaan panel fotovoltaik dan panel penyerap panas. Contoh pemanfaatan energi surya secara pasif meliputi mengarahkan bangunan ke arah matahari, memilih bangunan dengan massa termal atau kemampuan dispersi cahaya yang baik, dan merancang ruangan dengan sirkulasi udara alami.
1. Panel Surya
Panel surya merupakan sebuah perangkat atau alat yang terdiri dari sel surya yang berfungsi mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Panel surya juga disebut dengan istilah PV atau photovoltaic. Panel surya bergantung pada efek photovoltaic dalam menyerap energi Matahari yang menyebabkan arus mengalir antara dua lapisan bermuatan yang berlawanan. Arus listrik yang dihasilkan oleh panel surya ini merupakan arus searah (DC). Oleh karena itu untuk menghidupkan kebanyakan perangkat elektronik rumah tangga yang sebagian besar menggunakan arus listrik bolak balik (AC), digunakan inverter yang berperan untuk mengubah arus listrik DC menjadi AC.
2. Fotosintesis
Fotosintesis adalah proses pembentukan karbohidrat dari karbon dioksida (CO2) dan air (H2O) pada kloroplas dengan bantuan cahaya matahari. Fotosintesis dapat dilakukan oleh tumbuhan, alga, dan bakteri yang memiliki kloroplas. Hasil dari fotosintesis adalah molekul glukosa yang disimpan dalam bentuk pati, amilum, atau tepung. Pada beberapa aspek, proses fotosintesis dapat dikatakan sebagai kebalikan proses respirasi seluler. Fotosintesis membentuk glukosa dan menggunakan energi matahari, sedangkan respirasi memecah glukosa untuk menghasilkan energi.
Sudah dibaca gak semuanya?. Kalau belum baca dulu sampai habis karena ada kejutan di pertengahannya. Nggak-nggak gak ada kejutan cuman main-main jee...percaya juga😄😄. Ya udah jangan ngambek. Ceria dungs😊😊. So, kita akan tunggu tugas berikutnya dari ibu guru tersayang😂😂.
See you.....





Tidak ada komentar:
Posting Komentar